Jual Cokelat Rumahan, Denu Cokelat Raup Omzet Rp 100 Juta/Bulan

Denu Cokelat

Pameran yang digelar oleh Galeri Indonesia WOW di Gedung Smesco, Jakarta menghadirkan banyak Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan produk unik dan menarik. Salah satunya adalah bisnis makanan atau kuliner. Pembuatanya mungkin dari rumahan, tapi rasanya dan kualitasnya berkelas bintang 5. Salah satu di antaranya adalah choco crust dengan merek 'Denu Cokelat'.

Pada dasarnya, ini adalah paduan antara cokelat dan sereal yang dikemas dalam sebuah botol kaca. Untuk menikmatinya, maka botol tersebut harus direbus sekitar 10-15 menit, sampai dengan seluruh cokelat mencair.

Cokelat yang hangat bisa dipadukan dengan wafer, biskuit atau sejenisnya. Bisa juga langsung dilahap dengan sensasi kenikmatan di mulut. Rasanya, dijamin tidak kalah dengan merek-merek cokelat dunia yang ramai dijual di pasaran.

Menariknya, harga yang ditawarkan cukup murah. Harga murah tersebut bukan karena rasa yang kurang, tetapi karena biaya produksi yang cukup efisien. Satu botol dijual pada kisaran Rp 50.000 dan saat ini hanya bisa didapatkan secara online.

"Hingga saat ini baru membuka toko online. Untuk toko (offline), kita belum membuka toko offline, saat ini masih home industri di daerah Bandung," kata Nugraha Sugiarta‎, Founder Denu Cokelat di Gedung Smesco, Jakarta.

Nugraha sudah memulai usahanya sejak 2012 lalu, bersama sang istri, Amelia Devita. Memasuki tahun keempat,‎ nama Denu Cokelat sudah cukup dikenal. Media sosial dan pameran menjadi andalan promosi serta penjualan produknya. Omzetnya sekarang mencapai kisaran Rp 100 juta dalam sebulan.

Produk ini juga dititipkan pada beberapa toko di luar Bandung, di antaranya Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Makasar, Palembang. Target dari Nugraha ke depannya adalah membuka toko sendiri. ‎"Hanya toko offline kita belum punya. Harapannya pemerintah bisa memberikan kemudahan dalam membuka berusaha," paparnya.