Akhirnya Rio Haryanto dipastikan membalap di F1 dengan tim Manor Racing musin 2016. Setelah statusnya tidak jelas karena mengalami kesulitan finansial, Rio dipastikan mengisi kursi kedua Manor Racing. Hal ini dipublikan oleh Manor Racing di akun Twitter dan Facebook mereka.
"Kami umumkan Rio Haryanto sebagai pebalap kedua di Manor untuk tahun
2016. Rio sudah menjadi pebalap gokart sejak usia enam tahun. Ia adalah
pebalap yang ulet dan membuat kesan yang menarik pada balapan GP2 tahun
lalu,” kata pemilik Racing Manor, Stephen Fitzpatrick.
Awalnya Rio harus bertarung kursi dengan Will Stevens, Alexander Rossi, dan Pascal Wehrlein. Pascal Wehrlein merupakan pembalap test dan cadangan Mercedes. Sedangkan Will Stevens, Alexander Rossi adalah pembalap Manor musim sebelumnya.
Perebutan kursi pun semakin panas, ketika Manor Racing memutuskan Pascal Wehrlein sebagai pembalap pertama mereka. Pascal Wehrlein hanya membayar 5 juta Euro. Wehrlein, yang merupakan
pebalap binaan Mercedes, membayar lebih murah karena datang membawa
paket dari Mercedes yang menjadi pemasok mesin untuk Manor musim ini.
Sedangkan Rio harus membayar 15juta Euro dan sudah membayar uang muka senilai 3juta Euro. Selain itu, Rio juga mendapatkan sokongan dana sebesar 5 juta euro dari Pertamina, yang dibayarkan secara bertahap. Tapi jumlah tersebut masih belum cukup, Rio masih mencari sponsor yang mau membantunya dengan imbalan logo perusahaan akan ditampilkan di mobil dan bajunya.
Rumor sponsor pun berseliweran, dari Garuda Indonesia sampai Visit Malaysia yang sudah dibantah oleh Visit Malaysia. Sedangkan Garuda Indonesia sampai saat ini belum ada konfirmasi jelas.
Tapi akhirnya Rio bisa bernafas lega, setelah Manor Racing memilih Rio sebagai pembalap kedua dan bermain semusim penuh, tidak seperti rumor bahwa Manor akan memberikan kursi kedua kepada 3 pembalap, jadi setiap pembalap mendapatkan jatah 7 sesi.
“Awalnya kami hanya bisa membalap di tujuh seri. Tapi, akhirnya Rio
bisa menjadi pebalap Manor Racing untuk semusim penuh,” kata manajer
Rio, Piers Hunnisett, di Jakarta.
Untuk musim pertamanya di F1, Rio memasang target untuk dapat poin dan
tampil lebih baik daripada Wehrlein. Dari Manor, ia dapat target untuk
naik ke papan tengah. Sebabnya, Wehrlein cukup lama tidak membalap di single seater. Sebelum ini, Wehrlein tiga tahun membalap di DTM (Deutsche Tourenwagen Masters).
Semoga saja dengan semua perjuangan panjang ini, Rio bisa mendapatkan hasil maksimal, atau minimal mendapatkan poin di musim pertamanya di F1. Dengan hasil yang bagus, bukan hanya melambungkan nama Rio tapi juga mengharumkan nama Indonesia.
Pertandingan pertama akan diadakan pada tanggal 20 Maret 2016 di Melbourne, Australia. Mari terus dukung Rio Haryanto.

